Jumat, 26 Oktober 2012

Belajar Teori Komunikasi - Assertive Communication

Di saat sedang mengerjakan berbagai tugas yang deadline entah itu tugas kantor maupun kuliah, ada teman baik yang mengajak anda bertemu disuatu cafe atau mall untuk curhat masalah pribadinya. Pada kondisi seperti ini sering kali kita tidak bisa mengatakan tidak karena takut akan melukai perasaan teman tersebut dan akhirnya kita menerima ajakannya. Mengatakan “Tidak” itu memang tidaklah mudah, terutama ketika kita meyakini bahwa akan ada orang atau pihak yang dikecewakan atau merasa marah karena penolakan kita.
Berkata “Tidak” merupakan suatu pilihan sikap yang baik. Hal tersebut akan membebaskan kita dari janji yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan. Berani berkata tidak akan membuat kita mampu untuk lebih berkomitmen terhadap sesuatu dengan lebih bersungguh-sungguh. Dengan mampu berkata "tidak", kita akan mengkomitmenkan diri untuk berkata "iya" untuk hal yang benar-benar penting. 

Communication Styles



Dari ketiga gaya komunikasi yang ada di tabel di atas komunikasi asertif adalah komunikasi yang paling efektif. Perilaku asertif tidak sama dengan dengan perilaku agresif. Orang asertif berani menyuarakan sesuatu yang menjadi pendapatnya dengan tetap menghargai orang lain. Komunikasi asertif juga akan menuntun seseorang untuk memutuskan antara mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk situasi tertentu. Sebaliknya, orang yang kurang asertif cenderung selalu berkata ‘ya’ meskipun sebenarnya dia tidak berada dalam mood untuk melakukan hal tersebut. Tidak bisa mengatakan apa yang idealnya ingin dikatakan dapat menyebabkan perilaku agresif pasif dan konflik internal serta masalah mental.
Komunikasi assertive merupakan komunikasi yang berdiri pada titik tengah antara komunikasi pasif dan agresif dimana komunikasi ini mengedepankan cara pandang mengemukakan pendapat dan perasaan tanpa memaksakan kehendak serta tidak melanggar hak-hak orang lain

Bila kita tidak bisa berkomunikasi secara assertive sangat mungkin kita akan mengalami masalah-masalah ini:
  Depresi. Hal ini akibat dari rasa marah yang ditujukan kepada diri sendiri. Hal ini dapat memberikan rasa putus asa dan tidak memiliki kontrol atas hidup yang dijalani
  Resentment. Rasa marah pada orang lain karena merasa dimanipulasi dan dimanfaatkan orang lain.
    Frustrasi Kenapa saya membiarkan diri saya menjadi korban orang lain?
 Temper/Violence Apabila kita tidak dapat mengekspresikan rasa marah dengan tepat, hal tersebut akan terakumulasi dan sewaktu-waktu rasa amarah tersebut akan meledak.
 Kecemasan. Hal ini akan membawa kita untuk menghindari situasi dan orang-orang  yang membuat kita merasa tidak nyaman. Hal ini akan membuat kita kehilangan berbagai kesempatan dalam hidup seprti membangun hubungan dengan orang lain, kesempatan kerja, aktivitas yang menyenangkan.  
  Poor relationships of all kinds Orang-orang yang tidak assertive sering tidak dapat mengekpresikan emosi mereka, baik positif atau negatif. Hal ini dapat menghancurkan sebuah hubungan dimana individu yang berhubungan tidak dapat saling mengatakan keinginan mereka dan bagaimana individu yang lain mempengaruhi individu yang lain.
  Masalah fisik Kita semua tahu pengaruh stress pada fisik kita, seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi dan sebagainya.


Manfaat Menjadi Asertif
Berikut adalah beberapa kelebihan seseorang bersikap asertif.
1. Bebas dari konflik internal
Bayangkan situasi berikut, Anda sedang mengalami sakit kepala parah dan ingin menghabiskan waktu sendirian untuk beristirahat.
Tapi teman baik Anda menelepon dan mengatakan bahwa ia ingin pergi keluar dengan Anda.
Menghadapi situasi ini, sebenarnya Anda hendak menolak ajakan tersebut karena tidak dalam mood untuk melakukannya.
Tapi karena tidak mampu berkata ‘tidak’, Anda akhirnya pergi keluar sehingga menambah derita sakit kepala Anda dengan melakukan apa yang tidak ingin Anda lakukan.
Jika Anda cukup asertif untuk menolak teman Anda, Anda bisa menghabiskan waktu beristirahat atau melakukan apa yang sebenarnya ingin Anda lakukan.
Untuk berkata ‘tidak’, Anda tidak harus bersikap kasar. Komunikasi asertif harus tetap mengedepankan hubungan saling menghormati.
Dari contoh diatas, sikap asertif akan membuat seseorang terhindar dari stres dan tekanan yang tidak perlu dari lingkungan.
2. Meningkatkan percaya diri
Komunikasi asertif membantu meningkatkan kepercayaan diri. Orang yang asertif berarti tidak ragu dalam menyuarakan pendapatnya.
Orang lain juga akan cenderung menghargai orang yang asertif karena berani menyuarakan pikiran dan memilih memberikan jawaban yang jujur.
Apresiasi dan penghargaan dari orang lain pada akhirnya akan meningkatkan rasa percaya diri Anda yang telah bersikap asertif.
3. Membantu mengelola stres
Bersikap asertif membuat seseorang lebih mudah mengelola stres.
Orang yang asertif tidak akan menyesali apa yang dilakukan karena telah menyuarakan apa yang menjadi pendapat dan keyakinannya.
4. Hidup yang tidak terikat dan bebas
Orang asertif selalu percaya dengan prinsipnya tanpa terlalu banyak terganggu dengan apa yang dikatakan orang lain.
Orang asertif umumnya bahagia dan percaya diri karena mampu menentukan pilihan dan tujuan hidupnya sendiri.
Orang lain tidak akan bisa memanfaatkan orang yang asertif karena perilaku asertif membuat seseorang tetap kukuh dengan prinsipnya.
Sebaliknya, orang yang tidak bisa berkata ‘tidak’ cenderung dimanfaatkan orang lain karena ketidakmampuannya untuk menolak.

*Diolah dari berbagai sumber.

1 komentar:

  1. teria kasih sudah berbagi bagaimana menjadi dan membangun komunikasi assertive...tetap berbagi ya...

    BalasHapus